Cara menambahkan gadget kursor digerakan berjatuhan bintang

  • Login di Blogger
  • Pilih Design > Add gadget > HTML/Javascript
  • Masukkan kode dibawah ini ke kolom HTML/Javascript
<script type='text/javascript'>
// <![CDATA[
var colour="#52D8ED";
var sparkles=100;
var x=ox=400;
var y=oy=300;
var swide=800;
var shigh=600;
var sleft=sdown=0;
var tiny=new Array();
var star=new Array();
var starv=new Array();
var starx=new Array();
var stary=new Array();
var tinyx=new Array();
var tinyy=new Array();
var tinyv=new Array();
window.onload=function() { if (document.getElementById) {
var i, rats, rlef, rdow;
for (var i=0; i<sparkles; i++) {
var rats=createDiv(3, 3);
rats.style.visibility="hidden";
document.body.appendChild(tiny[i]=rats);
starv[i]=0;
tinyv[i]=0;
var rats=createDiv(5, 5);
rats.style.backgroundColor="transparent";
rats.style.visibility="hidden";
var rlef=createDiv(1, 5);
var rdow=createDiv(5, 1);
rats.appendChild(rlef);
rats.appendChild(rdow);
rlef.style.top="3px";
rlef.style.left="0px";
rdow.style.top="0px";
rdow.style.left="3px";
document.body.appendChild(star[i]=rats);
}
set_width();
sparkle();
}}
function sparkle() {
var c;
if (x!=ox || y!=oy) {
ox=x;
oy=y;
for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) {
star[c].style.left=(starx[c]=x)+"px";
star[c].style.top=(stary[c]=y)+"px";
star[c].style.clip="rect(0px, 5px, 5px, 0px)";
star[c].style.visibility="visible";
starv[c]=50;
break;
}
}
for (c=0; c<sparkles; c++) {
if (starv[c]) update_star(c);
if (tinyv[c]) update_tiny(c);
}
setTimeout("sparkle()", 40);
}
function update_star(i) {
if (--starv[i]==25) star[i].style.clip="rect(1px, 4px, 4px, 1px)";
if (starv[i]) {
stary[i]+=1+Math.random()*3;
if (stary[i]<shigh+sdown) {
star[i].style.top=stary[i]+"px";
starx[i]+=(i%5-2)/5;
star[i].style.left=starx[i]+"px";
}
else {
star[i].style.visibility="hidden";
starv[i]=0;
return;
}
}
else {
tinyv[i]=50;
tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+"px";
tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+"px";
tiny[i].style.width="2px";
tiny[i].style.height="2px";
star[i].style.visibility="hidden";
tiny[i].style.visibility="visible"
}
}
function update_tiny(i) {
if (--tinyv[i]==25) {
tiny[i].style.width="1px";
tiny[i].style.height="1px";
}
if (tinyv[i]) {
tinyy[i]+=1+Math.random()*3;
if (tinyy[i]<shigh+sdown) {
tiny[i].style.top=tinyy[i]+"px";
tinyx[i]+=(i%5-2)/5;
tiny[i].style.left=tinyx[i]+"px";
}
else {
tiny[i].style.visibility="hidden";
tinyv[i]=0;
return;
}
}
else tiny[i].style.visibility="hidden";
}
document.onmousemove=mouse;
function mouse(e) {
set_scroll();
y=(e)?e.pageY:event.y+sdown;
x=(e)?e.pageX:event.x+sleft;
}
function set_scroll() {
if (typeof(self.pageYOffset)=="number") {
sdown=self.pageYOffset;
sleft=self.pageXOffset;
}
else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) {
sdown=document.body.scrollTop;
sleft=document.body.scrollLeft;
}
else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) {
sleft=document.documentElement.scrollLeft;
sdown=document.documentElement.scrollTop;
}
else {
sdown=0;
sleft=0;
}
}
window.onresize=set_width;
function set_width() {
if (typeof(self.innerWidth)=="number") {
swide=self.innerWidth;
shigh=self.innerHeight;
}
else if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) {
swide=document.documentElement.clientWidth;
shigh=document.documentElement.clientHeight;
}
else if (document.body.clientWidth) {
swide=document.body.clientWidth;
shigh=document.body.clientHeight;
}
}
function createDiv(height, width) {
var div=document.createElement("div");
div.style.position="absolute";
div.style.height=height+"px";
div.style.width=width+"px";
div.style.overflow="hidden";
div.style.backgroundColor=colour;
return (div);
}
// ]]>
</script>

CARA MENAMBAHKAN GADGET TULISAN "SELAMAT DATANG/WELCOME"

sebagai tuan rumah yang baik kita sebagai pemilik blog wajib mengucapkan selamat datang/wellcome kepada pengunjung blog kita. Gadget yang satu ini sangat membantu dan juga memperindah tampilan blog anda. 




Langsung aja tanpa banyak basa-basi. Berikut langkah-langkah untuk memasang Ucapan Selamat Datang di Blog.

1. Buka situs Ini. Klik Disini
2. Klik "Flash Message"
3. Isi data yang disediakan:

  • Your message here: Tuliskan "Selamat Datang" atau kalimat lain yang Anda inginkan
  • Multi color 1: pilih warna teks yang mau digunakan
  • Choose size: pilih big (ukuran panjang) atau small (ukuran pendek)
  • Category: pilih jenis blog yang anda miliki
  • Do you have an adult containt: pilih no jika tidak ada konten dewasa


4. Centang kotak "I accept term and condition"
5. Klik Get Widget
6. Copy kode html yang muncul
7. Kemudian Login ke blog anda
8. Klik Dasbor >>Klik Rancangan

9. Klik Tambah Gadget /Add Widget >>HTML/JavaScript
10. Lalu pastekan kode yang sudah di copy tadi

11. Klik Save/Simpan
12. Selesai


CHEAT MORTAL COMBAT PS3

CHEAT MORTAL COMBAT PS3

BAWAH, UP, 2 - Finger Titik
UP, UP, 4 - "$% # &!"
UP, UP, KANAN, KANAN, 1 - "Fatality"
KIRI, KANAN, 1 - "FIGHT!
KIRI, KANAN, KIRI, KANAN, 2 - "Finish Dia!"
BAWAH, ATAS, BAWAH, 3 - "HA!"
BAWAH, BAWAH, 2 - "Aku Bukan Layak"
KANAN, UP, 2 - Big Clap
KIRI, ATAS, BAWAH, 4 - Keju
KIRI, KANAN, 4 - Wajah Penutup
BAWAH, UP, 1 - Devil Horns
UPUP, BAWAH, KIRI, 2 - Berlian
UP, BAWAH, 2 - Dua Devil Horns Menuju Layar
KANAN, KANAN, KANAN, KIRI, 2 - Mengumpulkan Es
UP, UP, 1 - Hop
BAWAH, BAWAH, UP, UP, 1 - Lighter
KANAN, KANAN, 1 - Titik
KIRI, KIRI, KANAN, KANAN, 1 - Raiden Pose
KIRI, KANAN, 3 - Kepala Shake
UP, BAWAH, BAWAH, 4 - Skunk (Bau)
BAWAH, BAWAH, BAWAH, 4 - Tidur
KANAN, KIRI, 4 - Stink Gelombang
BAWAH, BAWAH, BAWAH, ATAS, 3 - Lempar Tomat
Kalau PS2 Mortal combat :http://rizkycheatgame.blogspot.com/

CERITA : TEMAN DALAM KEGELAPAN

                                                            TEMAN DALAM KEGELAPAN

"Bangunlah, matahari pagi yang cerah telah datang menjemputmu. Ia mengucapkankan
selamat pagi."

            Aku tersenyum, lalu membuka mataku.Tapi semuasam saja.Gelap, tanpa seberkas cahaya pun.ya, inilah duniaku.Aku berharap, saat pagi datang,aku akan dapat melihat burung-burung yang beterbangan dengan tetes embun di atas dedaunan. itu adalah hal yang biasa bagi anak normal, tetapi merupakan impian bagiku.

            Hari ini hari minggu .aku tak perlu bersiap-siap berangkat ke sekolah. aku duduk di meja belajarku, sambil meraba-raba huruf braile yang ada di depanku. aku lebih senang membaca buku daripada berjalan-jalan. bukanya aku takut tersesat, tapi aku takut kejadian dulu terulang lagi.

            Saat aku sedang berjalan-jalan beberapa anak kecil menghampiriku.aku dapat merasakan tatapan mereka tertawa dan berteriak.

            "Orang buta! Orang buta!" bahkan mereka melempariku dengan batu-batu kecil. sejak saat itulah aku lebih suka mengurung diri.

             Aku membutuhkan teman, hingga akhirnya Liz datang. aku tak tahu siapa dia. saat kali pertama kali mengenalnya, ia berkata " Aku hanya ada untuk kamu, Via. Karena itu, aku minta kau tidak mengatakan kepada siapa pun tentang aku."

              Sejak saat itulah kami berteman. Liz selalu membangunkanku dengan kata-kata bijaknya.Liz juga selalu ada saat aku sendirian di dalam kamar. mama selalu pulang malam. aku tahu, mama berusaha keras agar dapat membiayai operasi mataku. Ah, seandainya Papa masih ada ......

              Aku menutup pintu kamar sambil tersenyum.
 
              "Liz.... ."
              "Aku disini. kau tampaknya sedang bahagia ."
              "Ya.tadi  Mama billang, minggu depan aku akan dioperasi."
              "Sunyi. Tak ada jawaban."Liz? apa kau tidak senang?"
              "Oh,aku senang. Hanya saja.... aku takut kau tak mau mengenalku lagi nantinya."
              "Liz, kau tak perlu khawatir.siapapun kamu, dari mana pun asalmu,  Kau  adalah sahabat terbaiku."
               "Kau akan berkata lain nanti. Percayalah ."
                 Aku hendak membuka mulut lagi, tapi Liz tidak mengizikanku .
               "Dunia itu indah. tapi ingatlah, jangan terjebak oleh keindahan dunia."
               "Liz ... ." sunyi. tak ada jawaban. kemana Liz? Dan... Siapa dia
                                                    .........................

              Aku terbaring disebuah ranjang. Suara alat-alat  terdengar di telingaku.Aku takut. kemudian beberapa orang suster dan dokter berbicara, tapi aku tak dapat mendengarkanya lagi. aku merasa mengantuk Lalu aku pun terlelap.

               Aku tak tahu apaakah aku dalam keadaan sadar atau tidak. Yang jelas, aku merasa tubuhku ringan. suasana begitu sunyi. Aku merasa sedikit takut.
         
                 "Via, ini Liz," tiba-tiba Liz berada di hadapanku." jangan takut,tenanglah Sebentar lagi kau anak normal . Kau akan tahu bagaimana indahnya bunga-bunga di taman dan birunya langit.Aku tahu kau adalah anak yang baik. Jangan lupakan mereka yang pernah senasib denganmu. Ingatlah, betapa sulitnya hidup dalam kegelapan."

                 Setelah itu semuanya kembali sunyi.

                   "Kau sudah siap? sebentar lagi kauakan bisa melihat."

                   "Ya, dokter.Aku cuma terlalu senang,"aku tertawa kecil.jantungku berdebar kencang. mama mengengengam erat tanganku.

                    Dokter memegang perbanku,lalu aku mendengar suara gunting. perbanku mulai dibuka.Aku merasa kepalaku terasa ringan.Berlapis-lapis perban lepas dari kepalaku.

                    "Bukalah matamu perlahan-lahan..."

                      Hatiku semakin berdebar-debar. dan perlahan-lahan.... aku merasa melihat seberkas cahaya. lalu , makin lama semuanya tampak jelas.

                        kulihat seorang wanita cantik dengan wajahnya keibuan. Apakah dia....

                     "mama?"

                       "Oh tuhan, kau bisa melihat, anaku... "mama memeluku erat sekali.Aku tahu beliau menagis.

                      "Terima kasih, dokter!"
          
                      Dokter itu tersenyum

                         "Berterima kasihlah kepadatuhan,Via tuhanlah yang memberimu penglihatan ini."

                       Setelah itu dokter pergi dari kamarku. lalu aku teringat sesuatu. "Liz.. ."

                       "kau ingin melihat liz ?"tanya mama. beliau mengambil sesuatu dari sebelah tempat tidurku, dan mataku terbelak kaget. Sebuah BONEKA

                       "Di...dia Liz?"

                       "Ya.dia    Liz.kau sangat menyangi dia, kan? Mama tahu kau suka berbicara denganya. Papamu yang memberikanya sebelum ia meniggal."

                        Aku semakin tak percaya. Tiba-tiba kulihat bibirnya bergerak perlahan-lahan, seolah-olah mengatakan selamat tinggal. Apkah ini khayalku? Bulu kudukku merinding.

KISAH PERISTIWA KEWAFATAN RASULULLAH SAW

Peristiwa Kewafatan Rasulullah SAW

Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah SAW berada di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibrail dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehNya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."

Setelah malaikat Jibrail pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Rasulullah SAW lalu mengumpulkan para sahabat baginda, dan menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibrail. Apabila para sahabat RA mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: "Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna."

Apabila Abu Bakar RA mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya. Abu BAkar RA pulang ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar RA menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar RA menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain. Maka berkumpullah para sahabat RA di depan rumah Abu Bakar RA dan bertanya: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempurna."

Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat RA maka Abu Bakar RA pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesuatu perkara itu telah sempurna maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri Rasulullah menjadi janda." Setelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar RA maka sedarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar RA, lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang kejadian yang mereka saksikan itu.

Berkata salah seorang dari para sahabat RA, "Ya Rasulullah, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar dan kami dapati ramai orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar RA.

Sebaik Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar RA, Rasulullah SAW melihat kesemua mereka menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali RA berkata, "Ya Rasulullah, Abu Bakar mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Sebaik sahaja Abu Bakar RA mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pengsan, sementara Ali RA pula mengeletar seluruh tubuhnya, para sahabat yang lain pula menangis sekuat yang mereka mampu. Sehinggakan gunung-ganang, semua malaikat yang ada di langit, cacing-cacing, semua binatang baik yang ada di darat maupun yang ada di laut semua menangis. Kemudian Rasulullah SAW bersalam dengan para sahabat RA satu demi satu dan berwasiat pada mereka.

Pada satu hari, baginda SAW menyuruh Bilal RA azan untuk mengerjakan solat. Para Muhajirin dan Ansar pun berkumpullah di masjid Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menunaikan solah dua rakaat bersama semua yang hadir. Setelah selesai solat, baginda SAW bangun dan naik ke atas mimbar dan berkata: "Alhamdulillah, wahai para muslimin. Sesungguhnya aku adalah seorang nabi yang diutus dan mengajak orang ke jalan Allah dengan izinNya. Dan aku ini adalah sebagai saudara kandung kamu, yang kasih sayang pada kamu semua seperti seorang ayah. Oleh itu, kalau ada sesiapa ada hak untuk menuntut, maka hendaklah ia bangun dan membalasi aku sebelum aku dituntut di hari Qiamat."

Rasulullah SAW berkata sebanyak tiga kali, lalu bangunlah seorang lelaki bernama 'Ukasyah bin Muhshan dan berkata: "Demi ayahku dan ibuku ya Rasulullah, kalau kamu tidak mengumumkan kepada kami berkali-kali sudah tentu aku tidak mahu mengemukakan ini."

Lalu 'Ukasyah RA berkata lagi: "Sesungguhnya dalam perang Badar aku bersamamu ya Rasulullah. Pada masa itu aku mengikuti unta kamu dari belakang. Setelah dekat, akupun tuun menghampiri kamu dengan tujuan supaya aku dapat mencium paha kamu, tetapi kamu telah mengambil tongkat dan memukul unta kamu untuk berjalan cepat, yang mana pada masa itu akupun kamu pukul pada tulang rusukku. Aku hendak tanya samada kamu sengaja memukul aku atau hendak memukul unta tersebut."

Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal RA, "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fatimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal RA keluar dari masjid menuju ke rumah Fatimah RA sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk dibalas [di qishash]."

Setelah Bilal RA sampai di rumah Fatimah RA maka Bilal RA pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fatimah RA menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Bilal RA menjawab: "Aku Bilal, aku telah diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengambil tongkat baginda. "Kemudian Fatimah RA berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal RA: "Wahai Fatimah, Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fatimah RA lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah?" Bilal RA tidak menjawab pertanyaan Fatimah RA. Setelah Fatimah RA memberikan tongkat tersebut, maka Bilal RA pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal RA maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah RA.

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar RA dan Umar RA tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar RA dan Umar RA maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali RA bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang sentiasa berada di samping Rasulullah oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah". Lalu Rasulullah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan RA dan Husin RA bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah, kamu qishashlah kami sama jika kamu ingin menqishash Rasulullah" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah aku kalau kamu hendak memukul."

Kemudian 'Ukasyah RA berkata: "Ya Rasulullah, anda telah memukul aku sewaktu aku tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah RA melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Aku tebus kamu dengan jiwa ku ya Rasulullah, siapakah yang sanggup memukul kamu. Aku melakukan begini adalah sebab aku ingin menyentuh badan kamu yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan ku. Dan Allah SWT menjaga aku dari neraka dengan kehormatanmu" Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah di dalam syurga."

Ibnu Mas’ud RA berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah RA. Kemudian baginda SAW memandang kami sambil berlinangan air mata dan bersabda: "Marhaban bikum, semoga Allah SWT memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah SWT menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah SWT. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah SWT."

Allah SWT berfirman: "Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat. Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."

Kemudian kami bertanya: "Bilakah ajal kamu ya Rasulullah? Baginda SAW menjawab: Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadhrat Allah SWT, ke Sidratul Muntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arasy."

Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan kamu ya Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: "Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih."

Kami bertanya: "Siapakah yang akan mensolatkan baginda di antara kami?" Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis. Kemudian baginda SAW bersabda: "Tenanglah, semoga Allah SWT mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibrail. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Izrail berserta bala tenteranya. Kemudian masuklah kamu dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua."

Setelah itu para sahabat RA menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah kamu adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila kamu sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?" Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW pun bermula. Dalam bulan Safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziarahi oleh para sahabat RA. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah SAW diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal RA menyelesaikan azan subuh, maka Bilal RA pun pergi ke rumah Rasulullah SAW kemudian memberi salam: "Assalamualaikum ya Rasulullah?" Kemudian ia berkata lagi "Assolah yarhamukallah." Lalu dijawab oleh Fatimah RA, "Rasulullah masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal RA mendengar penjelasan dari Fatimah RA maka Bilal RA pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fatimah RA itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal RA pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal RA telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal RA pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah. Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?"

Setelah Bilal RA sampai di masjid maka Bilal RA pun memberitahu Abu Bakar RA tentang apa yang telah Rasulullah SAW pesankan kepadanya. Ketika Abu Bakar RA melihat ke tempat Rasulullah SAW yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat RA dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fatimah RA; "Wahai Fatimah apakah yang telah berlaku?." Siti Fatimah RA menjawab: "Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah tidak ada bersama mereka." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali RA dan Fadhl bin Abas RA, lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka Rasulullah SAW pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah SAW melihat kepada orang ramai dan berkhutbah: "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah SWT, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Dengan suara terbatas Rasulullah SAW bersabda, "Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Pesanan ringkas itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah SAW yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar RA menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar RA dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman RA menghela nafas panjang dan Ali RA menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah SAW akan meninggalkan kita semua." Keluh hati semua sahabat RA kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat. Tatkala Ali RA dan Fadhal RA dengan cergas menangkap Rasulullah SAW yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar, kalau mampu, seluruh sahabat RA yang hadir pasti akan menahan detik-detik dari terus berlalu.

Setelah itu Rasulullah SAW pun pulang ke rumah baginda. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah SAW masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah SAW sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail, "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaKu."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai seorang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!" Fatimah RA tidak mengizinkannya masuk, "Wahai Abdullah (Hamba Allah), maaflah, ayahku sedang sakit," kata Fatimah RA yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah RA kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata. Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengari oleh Rasulullah SAW. Baginda SAW bertanya pada Fatimah RA, "Siapakah itu wahai anakku?"

Fatimah RA menjawab: "Seorang lelaki memanggil ayahanda, saya katakan kepadanya yang ayahanda dalam keadaan sakit. Ia memanggil dengan suara yang menggetarkan sukma." Rasulullah SAW lantas berkata; "Wahai Fatimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fatimah RA, "Tidak ayahanda."

"Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat, yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fatimah RA tidak dapat menahan air matanya lagi. Setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan bermula, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Fatimah RA maka Baginda SAWpun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fatimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan daku."

Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan aku adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau dikau izinkan, kalau dikau tidak izinkan maka aku akan kembali." Rasulullah SAW bertanya: "Wahai Malaikulmaut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibrail? "Aku tinggalkan ia di langit dunia?" Jawab malaikat Izrail. Baru sahaja malaikat Izrail selesai bicara, tiba-tiba malaikat Jibrail datang dan duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: "Wahai Jibrail, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?" Jibrail menjawab: "Ya, wahai kekasih Allah."

Rasulullah SAW bertanya lagi: "Wahai Jibrail, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku di sisi Allah SWT" Berkata malaikat Jibrail, "Sesungguhnya semua pintu langit telah di buka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu di langit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti."

Berkata Jibrail: "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud, Sesungguhnya Aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum dikau masuk terlebih dahulu, dan Aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga." Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku."

Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Setelah itu malaikat lzrail pun memulai tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah SAW ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah SAW bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. Apabila ruh baginda SAW sampai ke pusat, dengan perlahan Rasulullah SAW mengaduh "Jibrail, betapa sakit sakaratul maut ini." Fatimah RA terpejam, Ali RA yang di sampingnya menunduk semakin mendalam dan Jibrail mengalihkan pandangannya dari Rasulullah SAW. Melihatkan telatah Jibrail itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibrail, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibrail berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?"

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah SAW merintih kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah SAW mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali RA segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat RA saling berpelukan. Fatimah RA menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali RA kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah SAW yang mulai kebiruan. Ali RA berkata: "Sesungguhnya Rasulullah ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan aku meletakkan telinga, aku dengan Rasulullah berkata: "Umatku, umatku." Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW Rasulullah SAW wafat pada hari Isnin 13 Rabiul Awal.

 }041 }041 }041 }041

Berkata Anas RA: "Ketika aku lalu di depan pintu Aishah, ku dengar dia sedang menangis sambil mengatakan: "Wahai orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang yang keluar dari dunia dari perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut Neraka Sa'iir"

Telah bersabda Rasulullah SAW bahawa: "Malaikat Jibrail telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Wallahu'alam.

KISAH Abdullah bin Hudzafah dan siksaan yang sangat pedih

Abdullah bin Hudzafah dan Siksaan yang Sangat Pedih

Dia menjadi tawanan bangsa Romawi, dimasukkan ke dalam penjara oleh penguasa yang kejam. Di dalam penjara disediakan minuman yang dicampur arak dan daging babi panggang, untuk dimakan saat lapar dan minum , ketiga macam suguhan itu sama sekali tidak disentuhnya.

Lalu ia dikeluarkan dari penjara saat mereka mengkhawatirkan kematiannya. Dia berkata pada dirinya, “Demi Allah, sesungguhnya ini semua telah menjadi halal bagiku karena aku dalam kondisi terpaksa, hanya saja aku tidak ingin berbahagia di atas bencana yang menimpa kalian dengan sebab berpegang teguh pada Islam.”
Abu Rafi’ berkata, “Umar mengirim pasukan tentara ke Romawi. Kemudian musuh menangkap Abdullah bin Hudzafah sebagai tawanan , lalu dihadapkan kepada raja, mereka berkata, ‘Orang ini termasuk sahabat dekat Muhammad.’
Raja bertanya, ‘Maukah kamu masuk agama Nasrani dengan imbalan setengah kekuasaanku aku berikan kepadamu?’
Abdullah bin Hudzafah menjawab, ‘Sekiranya engkau berikan seluruh kekuasaanmu kepadaku, dan seluruh yang dimiliki bangsa Arab, aku tidak akan pernah meninggalkan agama Muhammad sekejap mata pun.’
Raja berkata, ‘Jika demikian berarti kamu mesti dihukum mati!’
Abdullah menjawab, ‘Terserah kamu!’
Kemudian diperintahkan agar dilaksanakan hukuman mati atasnya, ia diletakkan dalam tiang salib. Raja berkata, ‘Bidiklah ia dari dekat!’
Raja berkata demikian sambil menawarkan agama Nasrani kepadanya, namun ia tetap menolak. Lalu ia diturunkan dari tiang salib.
Raja kemudian meminta supaya ajudan merebus air hingga mendidih dan memanggil dua orang tawanan muslim. Salah satu dari mereka dilemparkan ke dalam periuk itu, kemudian raja menawarkan kepada Abdullah untuk pindah agama. Ia tetap menolak tawaran tersebut. Kemudian Abdullah menangis.
Karena tangisan ini, ada seseorang yang menyampaikan kepada raja bahwa Abdullah menangis. Maka Raja pun mengira bahwa Abdullah telah berputus asa.
Raja berkata, ‘Bawalah kemari!’
Raja bertanya, ‘Apa yang menyebabkan kamu menangis?’
Abdullah menjawab, ‘Karena aku hanya mempunyai satu nyawa yang apabila dilemparkan ke dalam periuk itu maka langsung akan musnah. Aku membayangkan, alangkah bahagia sekiranya aku mempunyai nyawa sebanyak jumlah rambutku yang merasakan seperti itu dalam rangka mempertahankan agama Allah.’
Raja berkata, ‘Apakah kamu bersedia mencium kepalaku, agar kamu bebas?’
Abdullah menjawab, ‘Bersama seluruh tawanan Muslim?’
Raja menjawab, ‘Ya.’
Maka Abdullah mencium kepala raja.
Selanjutnya para tawanan Muslim yang telah bebas itu menghadap Umar dan menceritakan semua yang terjadi.
Umar berkata, ‘Adalah menjadi kewajiban setiap muslim untuk mencium kepala Ibnu Hudzafah, dan akulah orang yang pertama yang akan memulainya.’ Lalu Umar mencium kepala Abdullah.” (Usudul Ghabah, 3/212.)

 

KATA KATA MUTIARA TENTANG CINTA

KATA-KATA MUTIARA TENTANG CINTA




“Yang membuat kita lemah pada cinta adalah ketika kita tidak mampu melupakan seseorang yang kita cintai”
“Cinta memang aneh, dia datang saat kita tidak membutuhkannya, namun ia pergi saat kita sangat membutuhkannya”
“Hal yang paling menyakitkan adalah mencintai seseorang yang ternyata tidak akan menjadi milikmu selamanya”
“Senyum di balik rasa kesedihan itu akan sangat sakit rasanya”
“Aku mencoba ikhlas dari suatu kehilangan dan tersenyum dari suatu kesakitan”
“Cinta itu tidak akan pernah salah, hanya kita saja yang memberikan cinta kepada orang yang salah”
“Di yang memberikanmu kebahagiaan yang tak dapat kamu jelasakan akan selalu menjadi alasan atas rasa sedihmu yang juga tidak dapat kamu jelaskan”
“Luka terdalam adalah luka yang tidak bisa dilihat oleh mata, dan kesedihan terdalam adalah kesedihan yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata”
“Terkadang seseorang lebih memilih untuk tersenyum hanya karena tak ingin menjelaskan kenapa ia bersedih”
“Cinta memang sesutau yang sangat indah, tapi terkadang cinta juga memberikan kesedihan mendalam ketika tanpa ada rasa percaya”
“Terkadang bukan karena kebohongan kamu membenci sesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kamu percaya”
“Sedih ketika bersamanya yang kamu pikir kamu cinta, hanya untuk menyadari hatimu masih dimiliki olehnya yang telah meninggalkanmu di masa lalu”
“Bersedih dengan orang yang tepat akan lebih baik jika dibandingkan berbahagia dengan orang yang salah”
“Hal yang cukup menyakitkan adalah ketika orang yang kita sayangi lalu pergi tanpa memberikan alasan tentang kepergiannya”
Dan sekarang kita akan berlanjut ke kata cinta sedih dan kata kata menyakitkan yang mungkin bisa saja disampaikan kepada seseorang untuk mewakili perasaan yang saat ini sedang kita alami.
“Manusia belajar sakit untuk mengenal kata sehat. Dari situ aku belajar rasa sakit hati untuk mendapatkan cinta sejati”
“Saat ini aku telah berusaha untuk membuatmu bahagia, apapun caranya termasuk melakukan hal yang akan membuatku sedih. Dengan merelakanmu pergi bersama orang yang membuatmu bahagia”
“Lucu memang, aku masih bisa tersenyum manis saat melihatmu tertawa lepas bersamanya.
Lucu memang, aku masih terus merindukanmu walau aku tahu hatimu telah mati untukku,
Lucu memang, aku masih terus mengharapkanmu walau yang aku dapat selalu perasaan terluka”
“Di setiap detak jantungku yang kuingat hanya namamu, meskipun aku tahu kamu memang bukan milikku”
“Aku mencoba mencintaimu mencintaimu sepenuh hati, tapi kini kau pergi menyisakan luka dan rasa sakit. Aku menganggapmu cinta dan kau membuangku seperti sampah”
“Pernahkah engkau merasakan apa yang kurasakan? Pernahka engkau sadar besarnya rasa yang aku berikan?”
“Bila aku tak berujung denganmu, biarkan kisah ini kukenang selamanya. Tuhan tolong buang rasa cintaku, jika saat ini Kau tak ijinkan aku untuk bersamanya”
“Engkau dan aku tercipta untuk jadi satu, ku kan slalu jadi milikmu. Sesungguhnya aku sangat membutuhkanmu. Seandainya kamu mengerti, seandainya……”
“Maaf aku sangat menyukaimu, aku pun tahu bahwa rasa ini tak pantas aku berikan padamu. Tapi jujur akau sayang kamu, walaupun memang kau tak tahu itu”
“Merasa nyaman denganmu, meskipun kamu tak bisa kumiliki. Pagi bukan untukmu juga bukan untukku, tapi untuk kisah kita yang telah lalu”
“Jika tanpamu akan lebih baik, maka aku pilih yang terbaik. Yang terbaik adalah kembali melihat senyummu, dan sakitnya senyum itu ternyata bukan untukku”
“Biarlah sesuatu itu hilang seiring seiring semuanya berlalu. Walau janji itu telah musnah, aku akan selalu tetap menantimu”
Semua kata sedih yang berkaitan dengan kata cinta sedih atau kata kata menyakitkan di atas mungkin bisa mewakili perasaan yang saat ini tengah dirasakan oleh para pembaca semuanya. Mungkin kata mutiara sedih di atas bisa kita sampaikan kepada orang yang kita kasihi agar ia mengerti tentang perasaan yang saat ini tengah dirasakan.

Kata Mutiara Cinta Sedih Yang Menyakitkan

Itulah tadi sedikit tulisan mengenai kumpulan kata cinta sedih dan kata sedih. Semoga saja kata mutiara sedih dan kata kata menyakitkan diatas dapat memberikan inspirasi bagi semua para pembacanya, dan terima kasih telah membaca kumpulan kata sedih.

KATA-KATA BIJAK

 KATA KATA BIJAK


Seberat apapun beban masalah yang kamu hadapi saat ini, percayalah bahwa semua itu tak pernah melebihi batas kemampuan kamu.
Hargai dia yg membencimu, karena dia adalah penggemar yg telah menghabiskan waktunya hanya tuk melihat setiap kesalahanmu.
Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !
Jangan iri atas keberhasilan oranglain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.
Jangan bandingkan orang yg mencintaimu dengan masa lalumu. Hargai dia yg kini berusaha membuatmu bahagia.
Wanita itu unik, mereka ingin kamu tahu bagaimana perasaannya tapi mereka tak ingin mengatakannya padamu.
Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.
Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!!!!
Janganlah kamu mencintai seseorang karena paras/wajahnya, hartanya dan jabatannya, tapi cintai karena kebaikan dan ketulusan hatinya karena diantara itu semua, hanya kebaikan dan ketulusan hatinya yang tetap abadi.
Datangilah sahabatmu di saat dia susah dan lenyaplah di saat dia bahagia, karena sesungguhnya kamulah yang akan diingat di saat dia sedang susah di saat kamu membantunya
Ketika diri kita merasa telah dikhianati dan dikecewakan, berdoalah agar suatu saat kau tak akan mengkhianati dan mengecewakan, karena kamu juga telah merasakan betapa sakitnya dikhianati dan dikecewakan.
Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.
Berfikir positif dan optimis terlihat seperti kalimat puisi yang sepele, tapi sdarilah ini sangat penting dalam peran anda mengambil keputusan yang akan menentukan kesuksesan atau kehancuran
Berpikirlah sebelum berbicara, karena dengan begitu, kamu akan mengurangi kesalahan pun masalah yang mungkin akan terjadi.
Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri.
Seberat apapun harimu, jangan pernah biarkan seseorang membuatmu merasa bahwa kamu tak pantas mendapat apa yang kamu inginkan.
Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.
Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi.
Tuhan takkan berikan cobaan melebihi kemampuanmu. Ketika putus asa, ingatlah, jika Tuhan memberinya padamu, Dia akan membantumu melewatinya.
Ketika seseorang yang sangat kamu percaya mendustaimu, ketahuilah bahwa kamu tengah belajar untuk lebih percaya pada dirimu sendiri.
Jangan terpuruk ketika kamu tengah berada dalam situasi terburuk. Tuhan memberikannya padamu, karena Dia ingin kamu lebih kuat dr sebelumnya.

CHEAT RESIDENT EVIL 6 (RE6)

CHEAT RESIDENT EVIL 6 (RE6)

CHEAT NAME
Earn 150 different medals.
 CHEAT CODES
Covered in Brass
Defeat 100 enemies that have come out of a chrysalid. B.O.W.s Are Ugly
Defeat 500 J'avo. J'avo Genocide
Defeat 500 zombies. Zombie Massacre
Defeat ten enemies with a stun rod charge attack. High Voltage
Take down an enemy from 50 meters away with a headshot using the thermal scope. Bring the Heat
Defeat 20 enemies with the Hydra using a quick shot. Stuntman
Collect 3 figures. They're ACTION Figures!
Earn a level-four title. Rising Up
Knock ten enemies off a high place. Give a Little Push
Use all the weapons in the game and kill ten enemies with each of them. Weapons Master
Help or rescue your partner ten times. Lifesaver
Defeat an enemy while dying, then recover without any help. Down, Not Out
Counter an enemy's attack three times in row. Bob and Weave
Perform a coup de grace on ten enemies. Finish What You Start
Use a stealth attack to take down five enemies. Silent Killer
Max out all the skills that allow you to level up. Mad Skillz
Purchase one skill. One Is Better Than None
Earn 10 different titles. Titular Achievement
Customize your dog tags. Check Out My Dogs
Complete the entire game on Professional. Leave It to the Pro
Complete the entire game on Veteran. Back in My Day
Complete the entire game on Normal. Normal Is Good
Complete the entire game on Amateur. Green around the Ears
Complete Chapter 5 in Jake's campaign. See You Around
Complete Chapter 4 in Jake's campaign. Still on the Run
Complete Chapter 3 in Jake's campaign. Let's Blow This Joint
Complete Chapter 2 in Jake's campaign. A Revolting Development
Complete Chapter 1 in Jake's campaign. Money Talks
Complete Chapter 5 in Chris' campaign. Duty Calls
Complete Chapter 4 in Chris' campaign. There's Always Hope
Complete Chapter 3 in Chris' campaign. After Her!
Complete Chapter 2 in Chris' campaign. Tragedy in Europe
Complete Chapter 1 in Chris' campaign. Rescue the Hostages
Complete Chapter 5 in Leon's campaign. The Trouble with Women
Complete Chapter 4 in Leon's campaign. Big Trouble in China
Complete Chapter 3 in Leon's campaign. Get on the Plane
Complete Chapter 2 in Leon's campaign. Buried Secrets
Complete the tutorial. The Longest Night
Complete Chapter 1 in Leon's campaign. Gone to Hell
Collect all the serpent emblems. Heirlooms
Congratulations! You've overcome all your fears in RESIDENT EVIL 6! RESIDENT EVIL 6 Platinum Trophy
Complete Chapter 1 in Ada's campaign. I Spy
Complete Chapter 2 in Ada's campaign. Counterintelligence
Complete Chapter 3 in Ada's campaign. This Takes Me Back
Complete Chapter 4 in Ada's campaign. Ada's Demise
Complete Chapter 5 in Ada's campaign. What's Next?
Rescue two female survivors at the cathedral. I Prefer Them Alive
Pilot the VTOL without getting a scratch on it. Flying Ace
Shoot the helicopter pilot with a Magnum at point-blank range. Hard Choice
Get through the aircraft carrier's bridge area without being noticed. Sneaking Around

CHEAT INSANIQUARIUM

CHEAT INSANIQUARIUM



all fish "look" deadzombie
backround is now "space"space
backround is now a blank white screenvoid
Bubbles rise from the bottom of the tankB
changes Breeder fish's birth noisewelovebetatesters
changes preggo's birth noisesupermegaultra
displays time on tanktime
tank backround waveswavy
Contributed By: Joe915 and DeathIce.

Sandbox Mode

Enter at the main screen, after you have the silver trophy. Note: use arrow keys for the listed directions.
EffectCode
Unlocks Sandbox Modepress: up, up, down, down, left, right, left, right, b, a

CHEAT MORTAL COMBAT SHAOLINKS MONKS PS 2

CHEAT MORTAL COMBAT SHAOLINKS MONKS PS 2


Masukkan kode di menu utama (PAL version)
Scorpion
-tahan L2
-kotak, atas, L1, R1, kiri, kanan, kotak
-lepas L2
Sub-Zero
-tahan L2
-kotak, bawah, atas, L1, L1, atas, kotak
-lepas L2
Mortal Kombat II arcade
-tahan L2
-kotak, atas, bawah, kanan, kiri, R2, kotak
fatality karakter
Kung Lao
Fatality 1: kiri, atas, kanan, kanan, kotak
Fatality 2: kanan, kanan, kanan, kanan, kotak
Fatality 3: atas, atas, atas, kanan, kotak
Fatality 4: atas, atas, atas, bawah, kotak
Fatality 5: kiri, kanan, kiri, bawah, kotak
Fatality 6: kiri, kanan, kiri, kiri, kotak
Fatality 7: atas, atas, kiri, atas, kotak
Fatality 8: atas, bawah, atas, kanan, kotak
Fatality 9: kanan, kanan, atas, atas, kotak
Mutality 1: atas, kanan, bawah, kiri, segitiga
Mutality 2: kiri, kanan, kanan, kiri, segitiga
Brutality 1: kiri, kiri, atas, atas, bulat
Liu-Kang
Fatality 1: bawah, kiri, kanan, atas, kotak
Fatality 2: bawah, kiri, atas, kanan, kotak
Fatality 3: kiri, atas, atas, kanan, kotak
Fatality 4: kiri, kanan, bawah, bawah, kotak
Fatality 5: atas, kanan, bawah, kiri, kotak
Fatality 6: bawah, kanan, kiri, kiri, kotak
Fatality 7: kiri, kiri, kiri, atas, kotak
Fatality 8: kanan, atas, kanan, atas, kotak
Fatality 9: kanan, kiri, bawah, bawah, kotak
Mutality 1: atas, bawah, atas, bawah, segitiga
Mutality 2: kiri, kanan, atas, atas, segitiga
Brutality 1: kanan, atas, bawah, bawah, bulat
Scorpion
Fatality 1: atas, atas, bawah, bawah, kotak
Fatality 2: kanan, bawah, kanan, kanan, kotak
Multality 1: bawah, bawah, bawah, atas, segitiga
Brutality 1: kanan, kiri, kanan, kanan, bulat
Sub-Zero
Fatality 1: kanan, bawah, kanan, kanan, kotak
Fatality 2: kiri, kiri, bawah, kanan, kotak
Fatality 3: kanan, kanan, bawah, kanan, kotak
Multality 1: atas, atas, bawah, atas, segitiga
Brutality 1: atas, bawah, kiri, atas, bulat
Baraka
Fatality 1: bawah, kiri, kanan, kanan, kotak
Fatality 2: kiri, kiri, kiri, kiri, kotak
Johnny Cage
Fatality 1: bawah, bawah, kanan, kanan, kotak
fatality 2: kanan, kanan, kanan, kanan, kotak
Reptile
Fatality 1: kiri, kanan, kiri, bawah, kotak
Fatality 2: kiri, kiri, kiri, bawah, kotak
Fatality 3: atas, atas, kanan, kiri, kotak
Kitana
Fatality 1: kiri, kiri, kanan, kanan, kotak
Fatality 2: kanan, kanan, kanan, kanan, kotak